Berita

Kejatisu menetapkan RA Staf Biro Keuangan Pemprovsu menjadi tersangka

 

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menetapkan Staf di Biro Keuangan Pemprovsu, RA  menjadi tersangka terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos), Jumat (5/10).

Setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan dari pukul 10.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB, yang bersangkutan diperiksa secara intensif oleh Tim Penyidik Pidsus Kejatisu.

 

Kasi Penkum Kejatisu Marcos Simaremare menyatakan bahwa
penahanan Staf di Biro Keuangan Pemprovsu RA terkait dengan penyaluran
dana bantuan sosial (Bansos) pada tahun 2010 dengan nilai anggaran
sekitar Rp424.388.575.000 terealisasi Rp348.105.050.000.

 

“RA ditetapkan sebagai tersangka karena perannya yang menangani 17
yayasan penerima dana Bansos, diantaranya Yayasan Miftahul, Nijamiyah,
dan lainnya. Namun sejumlah yayasan tersebut ditemukan fiktif.
Tersangka juga diduga telah melakukan pemotongan setelah dana cair, 25
sampai 50 persen dari yang dicairkan,” ujar beliau.

 

Dari penanganan tersebut, lanjutnya, pihak kejaksaan menemukan
kerugian Negara akibat tindakannya diperkirakan mencapai Rp225 juta.
“Dalam hal ini Kejatisu mengenakan pasal 2, 3, 8, dan 9 pada
undang-undang tindak pidana korupsi,” ungkap Kasi Penkum Kejatisu.

Tambahnya, Pada pemanggilan pertama pada tanggal 17 Juli 2012, dia mengaku sedang beristirahat. Kemudian pada pemanggilan kedua tanggal 23 Juli 2012, ia juga mengatakan sedang beristirahat. Barulah pada saat pemanggilan ketiga tertanggal 27 Juli 2012, Raja Anita mengatakan sedang sakit dan dirawat di RS Ibnu Saleh Medan,” ujarnya.

Dengan demikian, dalam kasus korupsi Bansos ini, Kejatisu telah menetapkan 10 orang tersangka di antaranya Raja Anita Staff di Biro Keuangan Pemprovsu 2010, mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu pada Biro Umum Pemprov Sumut Lisanudin (tersangka korupsi dana bansos 2010), Kepala Biro Binkemsos, Sakhira Zandi, Kepala Biro Perekonomian Oloan Bangun Harahap, dan Bendahara Bansos Biro Binkemsos Ahmad Faisal.

Kemudian Bendahara Bansos Biro Perekonomian Ummi Kalsum, Bendahara Biro Umum Aminuddin, Bendahara Bansos Biro Umum Subandi (tersangka korupsi dana bansos 2011). Sedangkan tersangka korupsi dana Bansos 2009 yakni Bendahara Bansos Biro Binkemsos Syawaluddin, dan Penerima serta Calo Bansos Adi Sucipto.