Berita

Tim JPU Kejatisu dan Kejari Medan mendakwa 3 (Tiga) Pejabat BNI Medan diduga rugikan negara Rp. 117 M

Dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Rabu (21/11). Tim Jaksa mendakwa tiga pejabat BNI Sentra Kredit Menengah (SKM) Medan merugikan negara dalam hal ini Bank Negara Indonesia (BNI) senilai Rp117 miliar.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan Kejatisu dan Kejari Medan dalam dakwaannya dibacakan dihadapan majelis hakim berjumlah lima orang, diketuai Erwin Mangatas Malau, disebutkan terdakwa Radiyasto selaku pimpinan SKM BNI Jalan Pemuda Medan, terdakwa Titin Indriyani selaku Relationship BNI SKM Medan, dan terdakwa Darul Azli Pemimpin Kelompok BNI SKM Medan (masing-masing dalam berkas terpisah) didakwa melanggar Pasal 2, 3 jo Pasal 18 UURI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sebagaimana diketahui, permohonan kredit PT Bahari Dwi Kencana Lestari (BDKL) dipimpin Boy Hermansyah (BH) berstatus DPO, kepada BNI Medan tahun 2009 sebesar Rp133 miliar untuk pengembangan usaha.

Namun yang dikabulkan Rp129 miliar. Tapi diduga pada proses peminjaman BH menggunakan agunan usaha yang telah diagunkannya ke bank lain.

 

Pada persidangan kemarin, para terdakwa mengakuk keberatan atas dakwaan JPU. Melalui penasehat hukumnya masing-masing para terdakwa mengajukan eksepsi (keberatan) pada persidangan selanjutnya.

Majelis hakim lalu menunda persidangan ini hingga pekan mendatang, atau digelar kembali Rabu 28 November 2012.

Sumber Tim Website Kejati Sumut