Berita

Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara kembali melakukan pemanggilan saksi-saksi proses penyidikan perkara dugaan penyelewengan dana pembangunan Sirkuit di jalan Pancing Willem Iskandar, Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

 

Kepala Seksi (Kasi) I Intelijen Kejaksaan Tinggi (kejati) Sumatera Utara Marcos Simaremare menegaskan perkara ini berbeda dari perkara sebelumnya, berupa dugaan korupsi penjualan aset negara yang berlokasi di Jalan Pancing Willem Iskandar pada tahum 1997 silam, dalam kasus dugaan korupsi penjualan aset negara, pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka dari PT Pembangunan Perumahan (PP).

 

Marcos menuturkan kedua saksi yang dipanggil untuk memperkuat data-data yakni, Robert Panjaitan selaku Panitia lelang dan Perlautan Sibaranti sebagai mantan Kadispora Pemprov Sumatera Utara.

 

Sebelumnya pada (26/3) penyidik telah memeriksa dua orang saksi yaitu Ristanto sebagai mantan Kadispora Sumatera Utara dan Dea sebagai Bendahara Pengeluaran Dispora Sumatera Utara, sesuai Surat Print- 06/N.2/F.d.1/03/2013, penyidikan perkara ini dimulai pada 6 maret 2013, mengenai berapa kerugian negara dalam kasus ini, masih menunggu hasil proses penyidikan dan penghitungan Tim Audit BPKP.

 

Sebelumnya, untuk mengungkap kasus dugaan korupsi penjualan aset negara, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera utara telah memanggil Kepala Biro Perlengkapan dan set Pemprov Sumatera Utara, BPN Deli Serdang, Diruktur Utama (Dirut) PT Binatama dan PT Pembangunan Perumahan (PP).

 

Dalam perkara ini, tersangka yang sudah ditetapkan adalah Daryatno mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Perumahan dan Supriadi sebagai mantan Kepala Cabang PT Pembangunan Perumahan Sumatera Utara.

 

Ditanganinya perkara ini mulai dari penyelidikan sampai naik ke penyidikan semua itu berasal dari beberapa informasi masyarakat dan personil Intelijen Kejaksaan, selain itu pihaknya mengaku informasi diperoleh dari pemberitaan selama ini di Medan.