Berita

Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) masih lanjut memeriksa para saksi terkait dugaan korupsi pengadaan dua persil tanah seluas 60.000 m2 untuk lokasi pembangunan Gedung RSUD Kabupaten Nias Selatan (Nisel). Menurut Kasi Penerangan dan Hukum Kejatisu, Chandra Purnama, Darma Winata Nehe (Bendahara Pengeluaran Daerah Pemkab Nisel) dan Hasidem Lase (Kuasa Bendahara Umum Daerah Pemkab Nisal) telah diperiksa, Senin (27/1), sehari lebih cepat dari yang dijadwalkan penyidik, yakni Selasa (28/1).

“Sesuai jadwalnya itu, hari Selasa semalam. Tapi Seninnya (27/1-red) udah datang keduanya untuk diperiksa sebagai saksi,” ujar Chandra, Rabu (29/1).
“Hasilnya gak bisa kita publikasikan karena rahasia, tetapi pertanyaan-pertanyaan penyidik seputar tugas dan jabatan dia, apa-apa saja yang diketahuinya dalam kasus ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Senin (27/1), untuk pemeriksaan staf Dinas BPK2D, Yokie AK Duha dan Ir Norododo Sarumaha (kadis pertanian dan peternakan), keduanya tidak hadir tanpa keterangan.

“Keduanya tidak datang, gak ada keterangannya. Nanti akan kita koordinasi pada tim penyidik kapan dilakukan pemanggilan ulang,” ujar Chandra.

Ditambahkannya, Darma Winata Nehe dan Hasidem Lase menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai saksi dugaan korupsi penagdaan dua persil tanah seluas 60.000 m2 untuk pembangunan Gedung RSUD Kabupaten Nisel, dengan cara harga digelembungkan dari Rp 40 ribu per meter menjadi Rp 250 ribu per meter, sehingga menimbulkan kerugian negera mencapai Rp 7.587.386.500.

Sebelumnya, Senin (13/1), penyidik Kejatisu telah memeriksa Tongoni Tafonao (kadis pengelolaan keuangan) dan Warisan Ndruru SH (kasubbag perundang-undangan). Asa’aro Laia (Sekretaris Daerah Pemkab Nisel) dan Firman Adil Dachi juga sudah pernah diperiksa di Poldasu.

Sedangkan tersangka Ahlan Waw (PPAT Kecamatan Fanayama) dan Sugianto (sekertaris penaksir harga), akan menyusul. “Masih bertahap, jadi dijadwalkan dulu setelah itu akan dipanggil,” kata Chandra.

Dalam dugaan korupsi itu, Kejatisu telah menetapkan 17 tersangka. Mereka Ir Norododo Sarumaha (kadis pertanian), Warisan Ndruru SH (kasubag perundang-undangan), Monasduk Duha (kabag tata pemerintahan), Meniati Dakhi (Camat Teluk Dalam), Faholowo Laia (Kades Hiligeo/anggota panitia pengadaan tanah), Aminuddin Siregar (mantan kakan pertanahan), Susy Marlina Duha (pemilik tanah), Siado Zai (kepala BK), Ikhtiar Duha (kepala bappeda), Yokie AK Duha (staf dinas BPK2D), Abdriel Samosir (dinas kehutanan dan perkebunan), Lakhomizaro Zebua (kadis PU), Firman Adil Dachi (pemilik tanah adik Bupati Nisel), Ahlan Waw (PPAT Kecamatan Fanayama), Sugianto (sekertaris penaksir harga), Asa’aro Laia (Sekda Nisel), dan Tongoni Tafonao (kadis pengelolaan keuangan)