Berita

Wali Kota Medan nonaktif, Rahudman Harahap, resmi menjadi tahanan Rutan Tanjung Gusta Medan terkait kasus korupsi, Selasa (15/4/2014) siang. Proses eksekusi berlangsung dengan pengawalan ketat kepolisian.

Berdasarkan pantauan, Rahudman dijemput tim eksekutor dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Negeri Padangsidempuan di kediamannya, Jalan Sei Serayu Nomor 56, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan sekira pukul 11.00 wib, setelah dibacakan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan Mahkamah Agung. Sekira 20 personel Brimob serta satu unit kendaraan baraccuda disiagakan di kediaman orang nomor satu di Kota Medan tersebut.

Dalam pembacaan putusan pengadilan tersebut, Rahudman menerima dan sangat kooperatif atas putusan tersebut. Kemudian selanjutnya Rahudman yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam dibawa oleh Tim Jaksa Eksekutor, yang diketuai oleh Hendrik Silionga,SH, ke Rutan Tanjung Gusta. Sesampainya di sana langsung dilakukan cek kesehatan oleh petugas Rutan Tanjung Gusta. 

“Kami harus pastikan kondisi kesehatan beliau,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Candra Purnama.

Mahkamah Agung (MA) memutus Rahudman bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) sebesar Rp2 miliar dan divonis 5 (lima) tahun penjara. Saat itu atau pada 2005, ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel).

Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Rahudman dengan hukuman penjara selama 4 (empat) tahun serta membayar uang pengganti Rp480 juta. Namun majelis hakim PN Tipikor Medan memvonis bebas Rahudman. Proses hukum pun berlanjut ke Pengadilan Tinggi dan MA.