Berita

Terkait dengan Penyidikan dalam kasus dugaan Tipikor dengan Tsk BH selaku Dir. PT. Bahari Dwikencana Lestari (debitur) akhirnya kembali menghuni Rutan Tg Gusta setelah sebelumnya Tsk dirawat inap di RS Siloam Me dan (pembantaran) dan selanjutnya  kemarin juga (19/5) Tsk dengan itikad baiknya telah mengembalikan kerugian keuangan Negara kepada Tim Penyidik Kejati Sumut dengan nilai sebesar Rp. 31.598.803.664,- .

TSK BH tersebut merupakan pimpinan perusahaan perkebunan sawit PT Bahari Dwikencana Lestari tersangkut perkara pembobolan dana kredit fiktif di Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Jalan Pemuda Medan, senilai Rp129 miliar. Negara dirugikan Rp117,5 miliar. Kasus ini telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan sejak November 2012.

Kasus ini bermula dari permohonan kredit yang diajukan perusahaan  Tsk BH kepada BNI (Sentra Kredit Menengah) Jalan Pemuda Medan tahun 2009. Saat itu Tsk mengajukan pinjaman Rp 133 miliar, Bank mengabulkan Rp 129 miliar. Kredit itu menggunakan anggunan berupa lahan perkebunan sawit. Belakangan, ada pihak lain yang mengaku sebagai pemilik sah tanah itu.

Selanjutnya Tim JPU Kejati Sumut dalam waktu dekat segera melimpahkan berkas tersebut ke Pengadilan Tipikor Medan.