Berita

Tim gabungan Kejari Tanjungbalai bersama Kejati Sumatra Utara berhasil menangkap anggota DPRD Tanjung Balai, Faisal Fahmi di suatu tempat rumah makan cepat saji di kawasan Jalan Juanda, Medan, Sumatera Utara. 

“Faisal Fahmi merupakan anggota DPRD Tanjungbalai aktif dari Fraksi Golkar, sudah empat bulan menjadi buronan kejaksaan. Karena sudah beberapa kali dipanggil tidak memenuhi panggilan penyidik,” kata asisten Intelijen Kejatisu, Nanang kepada wartawan, termasuk Kontributor Elshinta, Amsal, Jumat (09/10).

Usai menjalani proses administrasi maka wakil rakyat dari Tanjungbalai tersebut, langsung dibawa ke Rutan Tanjunggusta, Medan.

Dikatakannya, Faisal Fahmi merupakan mantan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat di Desa Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjung Balai yang mengerjakan pada proyek pembangunan jalan setapak sepanjang 405 meter dan lebar dua meter, dengan anggaran Rp 274 juta tahun 2009. “Dia bersama-sama dengan Suhardi selaku PPK dinas PU Tanjung Balai yang terlebih dahulu telah diputus oleh pengadilan Tipikor Medan,” ujar Nanang.

Diungkapkan Nanang, keduanya, diduga menyelewengkan dana dengan tidak mengerjakan proyek sepenuhnya yang mana terdapat banyak kekurangan volume dan nilai pekerjaan.

Untuk kasus ini, Suhardi sudah dihukum penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta dengan subsider 2 bulan kurungan serta tidak dibebani membayar uang pengganti karena akan dibebankan kepada Faisal Fahmi (dalam berkas terpisah) karena dianggap sebagai orang yang menikmati uang kerugian negara.

Dalam kasus ini, Faisal Fahmi sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Januari 2015. Namun setelah melakukan pengecekan ke DPRD Tanjung Balai bahwa tersangka sudah tidak pernah masuk kerja sejak Idul Fitri lalu.