Berita

Kejaksaan Agung siap mendampingi pihak PLN dalam membangun sejumlah proyek kelistrikan, khususnya pembangunan transmisi yang panjangnya mencapai 23.217 kilometer sirkit (kms) dari target pembangunan transmisi nasional yang dicanangkan disepanjang pulau Sumatra.

“Kehadiran Tim Pengawal, Pengamanan dan Pemerintah Pusat (TP4P) merupakan atensi khusus Kejagung dalam membantu program pemerintah khususnya pembangunan sirkit di Pulau Sumatra dengan program 35 ribu MW,”ini disampaikan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung, M Adi Toegarisman kepada wartawan usai sosialisasi TP4P, Rabu (06/04/2016), yang berlangsung di Hotel JW Mariot.

Adi juga menegaskan  dengan adanya TP4P  nantinya diharapkan dapat mengawal, memberikan penerangan dan penyuluhan hukum, menjadi mitra untuk diskusi, serta memberikan pendampingan hukum selain itu mengendorse dokumen dalam setiap tahapan program pembangunan dari awal sampai akhir.

Selain adanya program pemerintah pusat, peran dari Kejati dan Kejari dalam mendukung pendampingan hukum atau TP4D ini juga turut pembangunan di daerah.

Adi juga menuturkan kerjasama untuk menyelesaikan infrastruktur kelistrikan ini untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya di Sumatra melalui pemenuhan kebutuhan energi listrik.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sumatra PLN Amir Rosidin menyebutkan bahwa dalam pembangunan insfrastruktur ketenagalistrikan ada resiko yang mungkin timbul, salah satu adalah kendala pembebasan lahan.

Adapun pembangunan insfrastruktur ketenagalistrikan yang akan dilaksanakan oleh PLN 2015-2024 di regional Sumatra, antara lain : pembangkit di 44 lokasi yang kapasitasnya mencapai 6.498,5 MW, transmisi di 251 lokasi yang panjangnya mencapai 23.217 kilometer sirkit, gardu induk di 213 lokasi kapasitas GI 48.806 MWA, distribusi yang terdiri dari jaringan tegangan menengah, 46.617,57 kms, jaringan tegangan rendah, 59.900,92kms, trafo 6.075,50 MVA dan pelanggan 5.616.654.(yos/ik)