Berita

Kelima (5) tersangka kasus bank Sumut terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sewa mobil dinas dan operasional pada PT. Bank Sumut tahun 2013 tidak hadir ke Kejatisu, Senin 20 Juni 2016 untuk dimintai keterangan sesuai dengan surat panggilan yang telah dilayangkan sebelumnya.

Demikian disebutkan Oleh Kasi Penkum Kejatisu, Bobbi Sandri, SH, MH didampingi oleh Kasubsi Humas, Yosgernold Tarigan, SH, MH. “Kelima tersangka tidak hadir ke kantor kejatisu untuk dimintai keterangan, tiga diantaranya yaitu M Yahya, M Jefri Sitindaon dan Zulkarnain melalui Penasehat Hukumnya telah melayangkan surat ke pihak Pidsus kejatisu yang isinya memohon agar pemeriksaan terhadap ketiga tersangka tersebut ditunda hingga lebaran nanti” ucapnya

Lanjutnya, untuk kedua tersangka yaitu Irwan Pulungan dan H Haltafif belum memberikan informasi tentang tidak hadirnya ke kejatisu pada senin ini. Namun pihak Kejatisu dalam hal ini Pidsus kejatisu melalui Tim Penyidikan telah membuat surat panggilan yang kedua terhadap kelima tersangka tersebut.

“Telah diagendakan untuk surat panggilan yang kedua terhadap kelima tersangka untuk hadir pada pekan depan, tepatnya hari senin tanggal 26 Juni 2016” Ungkapnya

Sebelumnnya, untuk kasus ini dipimpin Ketua Tim Penyidik Pidsus RO Panggabean telah melakukan penggeledahan di Sumut.
Ada 40 dokumen yang disita dari Bank Sumut, termasuk surat kontrak kegiatan dan data berkaitan dengan pengadaan mobil dinas dan operasional Bank Sumut.
Terungkap pada kasus ini, penyewaan kendaraan itu tidak sesuai spesifikasi. Kemudian ditemukan adanya penyimpangan dalam proses pelelangan dan pembuatan SPK yang tidak didasarkan kontrak.
Berdasarkan audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan) kerugian negara diperkirakan mencapai Rp4,9 miliar yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) Tahun 2013 sebesar Rp18 miliar.