cony

Medan, Selasa dan Rabu, (26-27/7) Koordinator Intel Kejatisu, Coony Sagala, SH.MH memberikan penyuluhan hukum yakni di SMA Negeri 21 Medan dan Dwi Warna

Dalam paparannya Coony Sagala, SH,MH dihadapan 400 siswa baru Kelas X SMA Negeri 21 mengingatkan akan bahaya Narkoba dan kekerasan seksual anak dibawah umur terutama terkait hukuman yang akan dijatuhkan, diperlihatkan juga jenis narkoba yang asli mulai shabu, ganja, pil ekstasi dan lain sebagainya milik dari Sat Narkoba Polresta Medan.

dalam pemberian penyuluhan, Conny Sagala juga menampilkan Stan Up Comedy untuk menghibur siswa baru tersebut.

Selain itu, dalam penyuluhan yang dilakukan disekolah ditampilkan acara dinamika kelompok, dari beberapa siswa dibagi beberapa kelompok untuk menjawab pertanyaan seputar tentang narkoba dan kekerasan seksual anak dibawah umur.

Bagi kelompok mendapat nilai tertinggi diberi hadiah beberapa buah buku.

Sementara dihari yang sama sekitar 500 siswa SMK dan SMA Yayasan Dwi Warna Medan juga mendapat penyuluhan hukum melalui Koordinator Intel Kejatisu, Coony Sagala, SH.MH.

Sama seperti di SMA Negeri 21 di Yayasan Dwiwarna penyuluhan hukum juga difokuskan tentang narkoba dan kejahatan seksual anak dibawah umur

Dalam penyuluhan hukum ini selain murid, guru guru juga turut mendengar dan mengikuti penyuluhan yang dilakukan oleh Koordinator Intel Kejatisu bersama timnya dari Sat Narkoba Polresta Medan dan Kemensos Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC).

Sementara Kepala Sekolah, Drs Yusran mengatakan, menyambut baik pelaksanaan kegiata penyuluhan hukum dan kekerasan seksual yang dilakukan Kejatisu.

“Kegiatan ini sangat membantu guru dalam proseses mengajar terutama mendidik anak murid agar menjahui narkoba dan kekerasan seksual anak dibawah umur,” tegas Drs Yusran.

Yusran berharap agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan minimal setahun dua kali karena narkoba dan kekerasan seksual anak dibawah umur sudah merambah masuk ke sekolah sekolah.