Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) telah mengembalikan berkas dua tersangka oknum personil Polres Tobasa pelaku penganiayaan Andi Pangaribuan, Senin (1/08)
Hal tersebut disampaikan Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Bobbi Sandri, SH, MH didampingi Kasubsi Humas Kejatisu, Yosgernold Tarigan, SH, MH di Kantor Kejatisu Jalan A. H Nasution Medan, Senin (1/08)
“Berkas telah diterima pekan-pekan lalu dan telah diteliti oleh Tim Jaksa Peneliti dari Kejatisu dan Jaksa Peneliti menyatakan berkas masih belum lengkap sehingga berkas di P-19 dan dikembalikan ke Penyidik Polda” Ucap Kasi Penkum kepada wartawan
Tambahnya, berdasarkan berkas yang diserahkan pihak penyidik diketahui tersangka dikenakan Pasal 351 KUHPidana, terkait tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban luka berat dan mengakibatkan kematian. Dalam pasal itu, tambahnya, kedua tersangka Linton Chandra Panjaitan dan Marco Purba diancam hukuman penjara maksimal 7 tahun.
“Kita selanjutnya menunggu berkas yang dilengkapi dari Penyidik. Tadi pihak keluarga ada datang ke Kejatisu dan telah bertemu dengan Tim Jaksa Peniliti dan telah diberi penjelasan terkait berkas belum lengkap yang dikembalikan ke Penyidik ,” jelasnya.
Sebelumnya diketahui, Andi Pangaribuan (31) warga Dusun Lumban Saro, Kelurahan Pintu Bosi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Tobasa, ditemukan meninggal saat berstatus tahanan Narkoba di Polres Tobasa, Sabtu 6 November 2015 lalu. Tak terima dengan kematian korban yang dianggap tidak wajar, keluarga melapor ke Mapoldasu sesuai dengan nomor laporan : LP/1437/XIII/2015/SPKT II, tanggal 30 November 2015.