Perkara mantan Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Ichwan dilimpahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Rabu (3/8) sekira pukul 11.00 WIB.
AKP Ichwan Lubis yang ditangkap tim BNN dikediamannya pada Kamis 21 April 2016, karena diduga menerima dana Rp 2,3 miliar dari bandar narkoba Togiman alias JT Toni. Togiman mengendalikan peredaran narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan Lubuk Pakam
“Dari informasi pihak Kejari Medan kita ketahui bahwa tersangka atas nama AKP Ichwan yang merupakan mantan Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan beserta BAP kasusnya telah dilimpahkan untuk tahap dua ke Kejari Medan. Pelimpahan tahap dua yang dilakukan pihak BNN didampingi Jaksa dari Kejaksaan Agung. Pada saat Jaksa menerima tersangka, kondisinya  dalam keadaan sehat,” jelas Kasi Penkum Kejatisu,  Bobbi Sandri, SH, MH Rabu (3/8) sore.
Menurut Bobbi, AKP Ichwan Lubis disangkakan melakukan perbuatan melawan hukum terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menerima uang yang berasal dari hasil bisnis narkoba atas nama terpidana Togiman itu diduga untuk menutup kasus rekan Togiman yang juga bandar narkoba, Achin alias MR yang sebelumnya ditangkap BNN.
“Tersangka dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta, Medan. Tidak ada perlakuan khusus kepada tersangka AKP Ichwan Lubis. Tim jaksa yang terdiri dari Kejagung, Kejatisu dan Kejari Medan segera menyiapkan pemberkasan agar segera disidangkan,” sebutnya.
Sebelumnya, Akp Ichwan Lubis  dikenai Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh penyidik BNN.
Untuk diketahui, terhadap Kasat Reserse Narkoba Pelabuhan Belawan pihak BNN melalui Deputi Pemberantasan Badan Nasional Narkotika, Irjen Pol Arman Depari menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan secara keseluruhan terhadap Akp Ichwan Lubis. Untuk sementara pihak BNN dikenai pasal 137 UU Narkoba dan pasal 5 UU TPPU.
Diketahui, Akp Ichwan tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim gabungan BNN dengan barang bukti uang tunai sebanyak Rp2,3 miliar. Pengungkapan kasus ini berawal dari pengembangan kasus bandar narkoba yakni Toni alias Toge.
Saat itu, BNN sedang menelusuri perkara TPPU untuk kasus narkoba dengan tersangka tersebut, ditemukan adanya transaksi mencurigakan yang baru. Setelah ditelusuri terus ternyata transaksi itu dengan oknum Polri yakni Ichwan.
Selanjutnya BNN melakukan tindakan penangkapan dengan menemukan barang bukti uang tunai di tangan Ichwan disita. Ichwan bersama tersangka Toge langsung dibawa dan ditahan di BNN Jakarta. Hasil rekaman pembicaraan, uang yang diminta sebesar Rp8 miliar, bahkan disitu mengatasnamakan Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso.
Saat operasi gabungan, dilakukan penangkapan terhadap Togiman alias Toge di Lapas Lubuk Pakam pada 25 Maret 2016, Ichwan juga ikut dalam operasi tersebut. Bahkan oknum polisi itu pernah menangani kasus narkoba tersangka Toni, tapi tidak dilanjutkan.