Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sewa mobil dinas dan operasional PT Bank Sumut yang merugikan negara Rp 10,8 Milyar, pada tahun 2013, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Memang benar, tim penyidik Pidsus Kejatisu telah menerbitkan surat DPO kepada tiga tersangka korupsi bank Sumut, yang ditandatangani Kajati Sumatra Utara, DR Bambang Sugeng Rukmono, tertanggal 27 September 2016,”ini disampaikan Kasi Penkum Kejatisu Bobbi Sandri didampingi Kasubsi Penkum Kejatisu, Yosgernold Tarigan, kepada wartawan, Selasa (27/09/2016).

Adapun para tersangka yang dikeluarkan surat DPO oleh Kejatisu, diantaranya R-972/N.2/Fd.1/09/2016 atas nama Zulkarnain selaku Pls PPK Bank Sumut, R-973/N.2/Fd.1/09/2016 atas nama Direktur CV Surya Pratama, Haltatif selaku rekanan, R-974/N.2/Fd.1/09/2016 atas nama Irwan Pulungan selaku Pemimpin Divisi Umum PT bank Sumut.

Disebutkan Bobbi, Ketiganya masuk dalam daftar pencarian orang dikarenakan sudah lima kali tak memenuhi panggilan penyidik Pidsus Kejati Sumatra Utara.

Selain nantinya, pihak kejaksaan akan menempelkan foto para tersangka diruang publik, dengan harapan khalayak ramai memberikan informasi kepada aparat hukum.

Disebutkan Kasi Penkum Kejatisu, bahwa kasus ini bermula pada proses pelaksanaan dalam pengadaan 294 kenderaan dinas dan operasional pada PT Bank Sumut akan tetapi dalam pelaksanaannya itu tidak sesuai spek.

Setelah ditelusuri lanjut Bobbi, tim penyidik menemukan potensi penyimpangan dalam proses pelelangan dan pembuatan SPK yang tidak berdasarkan kontrak, sehingga berdampak pada kerugian negara.

Berdasarkan hasil auditor akuntan publik ditemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 10,8 Milyar dari total anggaran Rp 18 milyar pada tahun 2013.(yos/ik)