Usai putusan sidang Pra pradilan terkait Kasus Pengadaan Mobil di bank Sumut tahun 2013 Kejaksaan Tinggi (Kejatisu) amankan Irwan Pulungan yang merupakan salah satu DPO Kasus Dugaan Korupsi Bank Sumut, Jumat (21/10)
Kejatisu melalui tim intelijen dan pidsus berhasil mendesak Irwan Pulungan keluar dari tempat pesembunyianya dan datang Ke kantor Kejatisu. Desakan tersebut sejak terbitnya surat DPO, penyebaran brosur foto tersangka dan juga pemberitaan media membuat Irwan Pulungan terdesak keluar dan akhirnya datang kantor Kejatisu, Ucap Kasi Penkum dan Humas Kejatisu, Bobbi Sandri, SH
Dijelaskan, Tim Intelijen Kejatisu dengan Penyidik Pidsus Kejatisu jauh sebelum dikeluarkan status DPO ketiga tersangka telah melakukan investigasi dan pencarian terhadap tiga tersangka kasus dugaan korupsi bank sumut tersebut. Selanjutnya setelah dikeluarkanya DPO maka Kejatisu lebih intensif dalam melakukan pencarian dan investigasi.
“Sebelum dikeluarkannya surat DPO, Tim Intelijen Kejatisu dan Penyidik Pidsus telah melakukan pemantauan dan investigasi, sejak hari Selasa tanggal 6 September 2016 sampai dengan diterbitkanya surat DPO dan sampai dengan telah kita amankan sekarang ini” tegas Kasi Penkum.
Tambahnya, Tanggal 6 September 2016 kemarin Tim Intelijen Kejatisu melakukan pemantauan secara tertutup di Kantor Pusat Bank Sumut Jalan Imam Bonjol dari mulai pagi hari sampai dengan malam hari. Pemantuan disekitar areal kantor sampai dengan tempat ruangan kerja Irwan Pulungan. Selanjutnya, pada hari Rabu tanggal 7 sampai dengan tanggal 13 September 2016 Tim Intel juga kembali melakukan di areal kantor Bank Sumut dan Parkiran Bank Sumut dengan melakukan pengamatan dan pemantauan terhadap mobil tersangka.
Lanjutnya, Pada hari minggu tanggal 23 September 2016 tim intelijen bersama tim penyidik pidsus mendapat informasi adanya surat dari Tersangka Irwan Pulungan ke kantor PT Bank Sumut Medan terkait izin tidak masuk kantor untuk mengurus kasus korupsi ke Komisi III DPR RI.
Lanjutnya, Tim Intelijen Kejatisu kemudian setiap harinya mengumpulkan informasi dan melakukan pengamatan terhadap keberadaan ketiga dpo termasuk Irwan Pulungan, meskipun Kejatisu sering didemo soal penyidikan perkara Korupsi bank Sumut.
Tambahnya, ketiga tersangka telah dipanggil oleh Penyidik sebanyak Lima Kali dimana tiga kali sebagai tersangka yaitu dengan Surat Panggilan Pertama Nomor : SP-625/N.2.5/Fd.1/06/2016 tanggal 28 Juni 2016 kemudian Surat Panggilan Kedua Nomor : SP-736/N.2.5/Fd.1/08/2016 tanggal 4 Agustus 2016 dan Surat Panggilan Ketiga Nomor : SP-796/N.2.5/Fd.1/08/2016 tanggal 16 Agustus 2016 serta juga telah dipanggil sebanyak dua kali sebagai saksi namun tidak hadir dan pihak Penyidik Kejatisu juga telah menghadiri proses praperdailan yang dilakukan ketiga tersangka dan pada hari Jumat tanggal 21 Oktober 2016 putusan praperadilan telah dibacakan oleh Hakim tunggal, Rosiana Br Pohan yang menyatakan gugatan praperadilan ketiga tersangka ditolak dan menyatakan bahwa Jaksa berwenang melakukan penyidikan dan melakukan penetapan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup menurut UU kejaksaan RI dan ahli angkutan Publik yang diajukan termohon sesuai dengan UU Tindak pidana Korupsi yang gunanya untuk membuat terangnya tindak pidana korupsi yang dipersangkakan kepada tersangka atau pemohon tersangka dan oleh karena itu gugatan praperadilan yang diajukanpemohon ditolak oleh hakim.
Oleh karena Tim Intel Kejatisu dan Tim Penyidik Pidsus intens melakukan pencarian tersangka kerumahnya dan seluruh rumah kerabat tersangka, dan menempelkan foto-foto terangka ditempat public, sehingga membuat tersangka terbatas ruang geraknya dan akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya, kemudian mendatangi kantor kejaksaan tinggi sumut, selanjutnya Tim Penyidik pidsus melakukan penahanan terhadap tersangka Irwan Pulungan di Rutan Tanjung Gusta Medan.
Untuk diketahui, Kejatisu telah menyidangkan dua Tersangka Kasus Bank Sumut di Pengadilan Tipikor Medan yaitu Muhammad Yahya selaku mantan Direktur Operasional PT Bank Sumut dan M.Jefri Sitindaon ST selaku mantan Asisten 3 Divisi Umum PT Bank Sumut terkait Kasus Tindak Pidana Korupsi pengadaan sewa mobil dinas dan operasional pada PT. Bank sumut tahun 2013.
Untuk kasus tersebut jumlah kerugian negara yang telah dihitung oleh Akuntan Publik dan diketahui sebesar 10,8 Milyar Rupiah.
Terkait untuk kedua dpo yang belum diamankan, Zulkarnain selaku pelaksana sementara (pls) pejabat pembuat komitmen Bank Sumut dan seorang rekanan penyedia jasa Direktur CV Surya Pratama H.Haltafif MB diharapkan dapat diinformasikan oleh masyarakat keberadaanya dan hendaknya kedua tersangka bila taat hukum segera menyerahkan diri.(yos/ika)