Ribuan massa unjuk rasa ke Kejaksaan Tinggi (Kejatisu) mendesak agak Kejasaan menangkap dan menyidangkan terdakwa An. Ahok terkait penistaan agama, Jumat ( 2/12)

Aksi unjuk rasa yang diketahui berlangsung di seluruh Indonesia tersebut dimulai sejak pagi hari dan sempat berhenti pada saat sholat Jumat. Demikian di Medan diketahui massa berjumlah lima ribu berkumpul di Mesjid Agung Medan kemudian bergerak ke Kejatisu dan menyampaikan statemenya.

Dalam orasinya, massa menuntut agar Kejaksaan menahan Ahok dan menyidangkan Ahok serta menuntut dengan perundangan yang berlaku.

Tampak ratusan petugas kepolisian berjaga di kantor Kejatisu. Diketahui aparat Kepolisian yang berjaga berjumlah 250 orang dari Brimob dan Shabara Poldasu serta dari Polsek Deli Tua.

Dari informasi dan beberapa spanduk pada saat unjuk rasa diketahui elemen peserta Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut terdiri dari KAHMI, LASKAR FUI, IMM, HMI, HTI, FPI, MUHAMMADIYAH, MUI, LMI, IPM dan Juga dihadiri oleh umat islam dari daerah tanjung Merawa serta beberapa Dosent dari kampus swasta seperti Umsu dan Uisu.     Aksi unjuk rasa di Kejatisu tersebut langsung ditanggapi oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajatisu), Baginda Polin Lumban Gaol, SH didampingi Asisten Intelijen (Asintel), Nanang Sigit Yulianto,SH,MH, Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejatisu Agus Salim, SH, MH, Asisten Bidang Pembinaan Kejatisu Ade Tajudin Sutiawarman, SH, MH dan Para Asisten lainnya serta para Kasi di bidang Intelijen Kejatisu.

Wakajatisu mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh para pengunjuk rasa akan disampaikan ke Kejaksaan Agung dan terkait perkara penistaan agama dengan terdakwa An. Ahok telah dilimpahkan ke pengadilan untuk kemudian menunggu penetapan jadwal persidangan . “Terimakasih kepada seluruh elemen yang datang, aspirasi ini akan kami sampaikan ke Kejagung dan terkait kasus Atas nama Ahok yang diduga melakukan penistaan agama telah diteruskan ke pengadilan tentunya untuk disidangkan maka kita sekarang menunggu penetapatan persidangannya” ucap Wakajatisu. Untuk diketahui, Perkara Ahok pun segera disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan nomor perkara, yaitu 1537/PidB/2016/PNJktutr atas nama Ir Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Usai menyampaikan aksinya para pengunjuk rasa kemudian membubarkan diri. Namun pada akhir menyampaikan aksi, beberapa pengunjuk rasa sempat melempari botol air mineral ke gerbang Kejatisu tanpa ada sebab yang jelas.