# Kejatisu Mengheningkan Cipta Untuk Korban Gempa Pidie Aceh
# Tiga ratus kantong darah diberikan ke PMI Sumatera Utara
Dalam rangka memperingati hari Anti Korupsi Internasional Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) melaksanakan Upacara dan sosialisai anti korupsi serta donor darah di Kantor Kejatisu Jalan A H Nasution Medan (9/12).
Upacara yang dimulai pukul 08.00 Wib tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), DR. Bambang Sugeng Rukmono, MM MH dan dihadiri oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajatisu), Baginda Polin Lumban Gaol, SH serta para Asisten meliputi Asisten Intelijen (Asintel) Nanang Sigit Yulianto,SH,MH, Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejatisu Agus Salim, SH, MH, Asisten Bidang Pembinaan Kejatisu Ade Tajudin Sutiawarman, SH, MH, Asisten Pengawasan (Aswas) Tambok Nainggolan, SH,MHum, Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Munasim, SH, MH, Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum), Zulbakar, SH, MH, Kabag TU Kejatisu Darma Bela Timbas, SH, MH dan juga turut hadir Kepala Kejaksaan (Kajari) Medan Olopan Nainggolan, SH, MH serta Kajari Belawan, M Syarifuddin, SH, MH tampak juga hadir Para Koordinator Kejatisu.
Lapangan belakang kantor Kejatisu terlihat dipenuhi ratusan jaksa dan pegawai dari jajaran Kejatisu dan Kejari Medan serta Kejari Belawan. Selanjutnya Kajatisu pada waktu upacara membacakan Amanat Jaksa Agung yang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para peserta menghadiri upacara Hari Anti Korupsi dan memesankan kepada seluruh jajaran Kejaksaan untuk memaknai hari anti korupsi sesuai dengan tema yang ada, dimana maknanya adalah tentang kebersihan hati bagi kokohnya suatu integritas aparatur Kejaksaan yang ditandai dengan semanggat keikhlasan dan bebas dari kepentingan apapun selain memberikan yang terbaik untuk keadilan.
Amanat Jaksa Agung yang dibacakan Kajatisu selanjutnya menekankan agar Kejaksaan selayaknya menjadi garda terdepan untuk melakukan upaya pemberantasan korupsi bersama dengan aparat hukum lainnya dan para Jaksa agar menghilangkan egosentris dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan dalam bekerjasama dengan pihak manapun dalam pencegahan dan penindakan korupsi.
Usai upacara hari anti korupsi Kajatisu bersama jajaranya selanjutnya membagikan kaus dan stiker anti korupsi di seputaran Jalan Abdul Haris Nasution, ketika membagikan kaus bertuliskan anti korupsi Kajatisu, DR. Bambang Sugeng Rukmono, MM MH yang diwawancarai oleh wartawan mengatakan bahwa hari anti korupsi internasional yang setiap tahunya dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2016 pada tahun ini mengambil tema Bersih hati, Tegas Integritas, Kerja Profesional untuk Indonesia dan dijelaskan rangkain kegiatan yang dilakukan berupa seminar tentang tindak pidana pemberantasan korupsi melalui pencegahan dan penindakan dalam pengadaan barang dan jasa di Hotel Emeral Garden pada tanggal 8 Desember 2016 kemarin, juga dilakukan penyuluhan hukum di Sekolah Adhyaksa yang lokasinya berada persis dibelakang kantor Kejari Medan untuk memberikan ceramah dan membagikan brosur terkait korupsi yang tentunya memberi penjelasan kepada siswa terkait pencegahan dan menghindari korupsi, puncaknya melaksanakan upacara pada hari anti korupsi di Kantor kejatisu serta melaksanakan donor darah.
Lanjutnya, bahwa jajaranya dalam penanganan korupsi Kejatisu mendapatkan rangking Dua dan rangking satu diraih oleh Kejati Jawa Timur serta Rangking Tiga Kejati Jawa tengah. Ini merupakan prestasi dalam menangani kasus korupsi terkait kwantitas penangananya. Demikian ditegaskanya jajaranya tetap komitmen untuk penindakan terhadap korupsi.
Masih dalam penjelasan Kajatisu, disebutkan pada tahun 2016 jajaranya banyak menerima laporan dari masyarakat dan baik investigasi dari Kejatisu sendri yang semuanya dievaluasi dan tindak lanjutnya ditahun 2016 telah banyak yang ditangani Kejatisu dimana untuk tahap Penyelidikan ada 147 perkara, tahap penyidikan 72 perkara, ditahap penuntutan perkara dari Kepolisian ada 27 perkara dan tahap penuntutan dari penyidik kejaksaan yang telah ditahap penuntutan ada 41 perkara yang akan diproses dan jika lengkap akan dilimpahkan ke Pengadilan. Pada tahap ekseksui juga ada 21 perkara dimana perkara tersebut telah mempunyai kekuatan hukum dari pengadilan dan Kejatisu akan melaksanakan eksekusi.
Tambahnya pada tahun 2016, Kejatisu menyelamatkan kerugian negara pada tahap Penyelidikan dan Penyidikan sebesar Rp. 1.915.559.976,- dan pada tahap penuntutan sebesar Rp. 6.800.000.000,- dan demikian untuk pemulihan hak oleh Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejatisu telah berhasil diselamatkan sebesar Rp. 1.248.906.411,40 ,-
Kemudian Kajatisu juga menjelaskan terkait pencegahan tindak pidana korupsi yang dilakukan Kejatisu, bahwa peranan Kejaksaan terkait korupsi tidak hanya penindakan tetapi juga pencegahan yang telah diwujudkan melalui PembentukanTim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Kajatisu menguraikan bahwa pencegahan tidaklah kalah pentingnya dikarenakan peranan Kejaksaan terkait korupsi tidak hanya penindakan tetapi juga pencegahan yang telah diwujudkan melalui PembentukanTim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). TP4D Kejati Sumut dan TP4D Kejari Se-Sumut sampai dengan akhir periode 2016 sudah melakukan pendampingan hukum kepada 244 proyek-proyek strategis.
Ditegaskan Kejatisu bahwa Tugas dan fungsi TP4D yang memberikan penerangan hukum dan memberikan pendampingan hukum dari awal sampai akhir, berupa pembahasan hukum dari sisi penerapan regulasi, permasalahan penyerapan anggaran dan pendapat hukum (legal opinion) dalam pengadaan barang/jasa.
Pada akhir wawancara Kajatisu dengan wartawan, pimpinan Kejatisu tersebut menjelaskan tentang tujuan kegiatan hari anti korupsi tahun 2016 antara lain untuk menumbuhkan inisiatif dari masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pemberantasan korupsi, meningkatkan peran serta kementerian/lembaga/BUMN/Pemerintah daerah dalam setiap upaya pemberantasan korupsi, menumbuhkan rasa kepemilikan seluruh elemen masyarakat terhadap upaya pencehagan korupsi serta menginisiasi bentuk-bentuk partisipasi upaya pencegahan korupsi oleh seluruh elemen masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan.
Usai membagikan kaus dan stiker dalam rangka anti korupsi sedunia, Kajatisu beserta jajaranya melanjutkan dengan kegiatan donor darah dan makan bersama serta berdialog dengan wartawan dan diketahui pada acara donor darah tiga puluh wartawan ikut menyumbangkan darah dan dari kegiatan tersebut didapatkan tiga ratus kantong darah yang akan diberikan ke PMI Sumatera Utara.
Untuk diketahui Kejatisu juga memberikan bantuan kepada korban gempa Gempa Pidie Aceh yang akan diserahkan kepada pihak terkait usai melaksanakan hari anti korupsi.
atisu juga memberikan bantuan kepada korban gempa Gempa Pidie Aceh yang akan diserahkan kepada pihak terkait usai melaksanakan hari anti korupsi.