Medan : Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sumut menggelar acara bakti sosial dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Bakti Adhyaksa (HBA) yang ke-58 dan HUT IAD yang ke-18 ke Rumah Tahfidz Qur’an Haji Taufik di Jalan Pasar II Gang Rapi Tanjung Sari Medan serta ke Yayasan Bantuan Anak Internasional Indonesia di kawasan Jalan Karya Wisata Gedung Johor Medan, Kamis (19/7).

Rombongan Kejatisu dan IAD dipimpin langsung oleh Ny.Choiriyah Bambang S Rukmono dan Ny.Yudi Sutoto serta pengurus lainnya. Ikut juga dalam rombongan panitia Baksos Suhendri, Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian.

Kunjungan pertama dilakukan ke Rumah Tahfidz Qur’an Haji Taufik di Jalan Pasar II Gang Rapi Tanjung Sari Medan rombongan diterima langsung oleh Haji Taufik dan isteri serta 36 anak asuhnya.

Menurut Taufik, awal didirikannya Rumah Tahfidz Qur’an ini berawal dari keprihatinannya melihat anak-anak yang putus sekolah karena keluarga tidak mampu dan keberadaan anak sebagai anak yatim atau piatu.

“Daripada luntang-lantung tak karuan dan bisa terjerumus menjadi pecandu narkoba, maka saya menampung mereka dan mengajar mereka tahfidz Qur’an. Dalam tiga tahun mereka bisa hafal Alquran sampai 30 juz. Hanya saja mereka tidak sekolah formal, mereka hanya belajar secara non formal dan nantinya diharapkan bisa mendapatkan ijazah paket C atau paket B,” papa Taufik.

Apa yang disampaikan Taufik mendapat respon positif dari Ketua IAD Wilayah Sumut Ny. Choiriyah Bambang Rukmono. Yang menyampaikan bahwa apa yang bisa dibantu akan diupayakan oleh IAD lewat Yayasan Pendidikan Adhyaksa.

“Anak-anak harus sekolah. Paling tidak masa depan mereka ke depan bisa lebih terjamin ketika mereka memiliki ijazah. Tali asih dan bantuan yang kami berikan hari ini mudah-mudahan bermanfaat bagi anak-anak,” kata Ny.Choiriyah Bambang Sugeng Rukmono.

Kunjungan kedua dilakukan ke Yayasan Bantuan Anak Internasional Indonesia (YBAII) Gedung Johor. Dipandu pembawa acara Firman Halawa rombongan Kejatisu dan IAD disambut Ketua Pembina YBAII Lina Gultom, Manajer Yayasan Pdt. Itje Tari dan Sondang.

Menurut Lina Gultom, yayasan dibentuk sejak gempa tsunami di Aceh dan Nias. Beberapa anak yang diasuh di YBAII adalah anak-anak dari Kepulauan Mentawai.

“Misi kita adalah jangan sampai anak-anak putus sekolah, karena mereka masih punya kesempatan untuk mewujudkan cita-citanya. Permasalahannya adalah tidak ada akses dan kondisi keuangan keluarga yang tidak mendukung,” kata Lina Gultom.

Perwakilan Kejatisu Koordinator Suhendri menyampaikan bahwa baksos yang dilaksanakan mulai dari sunat massal, operasi katarak, kunjungan ke panti asuhan dan donor darah.

“Apa yang kami lakukan hari ini adalah bagian dari kegiatan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Bakti Adhyaksa yang ke 58 dan HUT IAD yang ke-18. Semoga bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat bagi YBAII Gedung Johor,” katanya.

Kemudian, Ketua IAD wilayah Sumut Ny.Choiriyah didampingi pengurus lainnya menyerahkan tali asih secara simbolis kepada pengurus YBAII. Pada kesempatan itu, anak asuh YBAII berkesempatan menghibur rombongan dengan lagu pujian dan penyembahan.

Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian menegaskan bahwa bakti sosial dan kepedulian terhadap sesama adalah wujud dari kebersamaan dalam keberagaman. Berbagi kebahagiaan dengan anak panti asuhan menjadi bagian penting dari peringatan HBA yang ke-58.