Medan : Masih dalam rangkaian memperingati Hari Bakti Adhyaksa (HBA) yang ke-58 tahun 2018, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menggelar acara seminar dengan tema “Urgensi Pencegahan dalam Penaggulangan Perilaku Koruptif” di Aula Elaeis guinensis PT PN 3 Sei Sikambing Medan, Rabu (18/7).

Diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia HBA yang ke-58 yang juga Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Munasim, seminar yang digelar dalam rangka memperingati HBA ini mengangkat tema ‘Urgensi Pencegahan dalam Penanggulangan Perilaku Koruptif” dengan harapan semoga kegiatan yang mengutamakan pencegahan ini dapat menekan angka korupsi di Indonesia.

Acara seminar ini dihadiri  Wakajatisu Yudi Sutoto, Asisten Intelijen Leo Simanjuntak, Aspidsus Agus Salim, Asbin Akmal Abbas, para Kajari (Medan, Belawan, Deliserdang dan Serdang Bedagai), Koordinator, jajaran Direksi PT Perkebunan Nusantara 3 (Persero) dan undangan lainnya.

“Upaya pencegahan seperti yang digaungkan Presiden Joko Widodo dengan dibentuknya Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) diharapkan dapat mengurangi tindakan korupsi yang merugikan keuangan negara,” kata Munasim.

Mewakili Direktur PT Perkebunan Nusantara 3 (Persero) Direktur SDM dan Umum Seger Budiarjo menyampaikan terima kasih kepada Kejaksaan yang telah berkenan menggelar acara seminar dengan topik pencegahan tindak pidana korupsi.

Selanjutnya Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dr Bambang Sugeng Rukmono dalam sambutannya menyampaikan bahwa praktik korupsi di Indonesia hingga saat ini masih dalam tingkat mengkhawatirkan.

“Berbagai upaya represif dan preventif telah dilakukan oleh pemerintah, tidak dapat berjalan secara efektif dan membawa hasil yang optimal. Menyikapi hal ini, Kejaksaan membentuk TP4D yang diharapkan dapat mengurangi tindakan korupsi,” papar Kajatisu.

Tujuan utama pembentukan TP4P dan TP4D, lanjut Bambang untuk menghilangkan keragu-raguan para pejabat/aparatur negara dalam mengambil keputusan, mewujudkan perbaikan birokrasi bagi percepatan program strategis pembangunan nasional untuk kepentingan rakyat.

“Program Kejaksaan dalam melakukan edukasi tentang pentingnya pencegahan juga dilakukan dengan program Jaksa Masuk Sekolah, program pendampingan hukum lewat Jaksa Pengacara Negara serta program lainnya.

Di usia 58 tahun Kejaksaan senantiasa selalu berusaha untuk melakukan perubahan secara fundamental ke arah yang lebih baik,” tandas Bambang sekaligus membuka secara resmi acara seminar.

Seminar dengan topik pencegahan ini menghadirkan narasumber sumber Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Syafruddin Kalo, SH, M.Hum dengan materi Kegiatan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dalam Perspektif Hukum Pidana dan Asisten Intelijen Kejatisu Leo Simanjuntak dengan materi Strategi Pencegahan Korupsi Melalui TP4D dipandu moderator Koordinator pada Bidang Datun Kejatisu Ayu Agung.