News |    
TIM TABUR KEJATI SUMUT KEMBALI MENGAMANKAN DPO TERPIDANA KASUS PENIPUAN | Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Asahan menetapkan empat orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi | TIM INTEL KEJATISU KEMBALI MENANGKAP DPO DI RUMAH KONTRAKANYA | Kajati Sumut Serahkan Bantuan 3 Ton Beras Untuk Korban Bencana Sulbar dan Kalsel | Selamat Hari Pers Nasional 2021 | Kerugian korupsi Dana PT.ASABRI berdasar hasil audit BPK memcapai diatas Rp 22 triliun. Kejaksaan Agung akan fokus menyidik kasus ini. Kami juga akan lakukan asset tracing hasil korupsi, guna menyelamatkan keuangan negara." | 

Ketua Inkindo Sumut Pendi Sibayang Tak Berkutik Saat Diamankan Tim Intelijen Kejagung RI dan Kejati Sumut

MEDAN - Tim tangkap buronan (Tabur) Intelijen Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dipimpin langsung langsung oleh Asintel Kejatisu Dr. Dwi Setyo Budi Utomo kembali berhasil menangkap serta mengamankan terpidana DPO atas nama Ir. Pendi Sebayang, MT (57 tahun) selaku Direktur Utama PT. Pemutar Argeo Consultan Enginering di Medan di rumahnya Jalan Bunga Wijaya Kesuma XVI Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang Sumut Rabu tgl 20 Januari 2021 Pukul 20.35 Wib.
Kajati Sumut IBN Wiswantanu melalui Asintel Kejatisu Dr.Dwi Setyo Budi Utomo menyampaikan bahwa pada saat penangkapan, terpidana tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Kantor Kejati Sumut untuk proses administrasi.
Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 732.k/Pid.Sus/2017 tanggal 17 Oktober 2017 dan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor: Print-21/N.2.10/Ft.2/11/2017 tanggal 20 November 2017, Terpidana Pendi Sebayang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 subsidiair pasal 3 jo pasal 18 UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
"Terpidana Pendi Sebayang yang juga Ketua Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Sumatera Utara terlibat dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam pembuatan Peta Rawan Bencana Tingkat Kabupaten di Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat dengan nilai proyek sebesar Rp. 1,4 Milyar (satu koma empat milyar rupiah) TA.2012 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara,".
Lebih lanjut Asintel menyampaikan bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Agung, terpidana diganjar dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara.
Selanjutnya, terpidana diserahkan kepada Kejari Medan yang diwakili oleh Kasi Intel Kejari Medan Bondan Subrata beserta tim untuk selanjutnya dibawa ke kantor Kejari Medan dan proses administrasi.
"Setelah kita lengkapi semua dokumennya, termasuk rapid test antigen, selanjutnya terdakwa kita serahkan ke lapas Tanjung Gusta Medan,".

  Berita Terbaru